Aku melihatmu, berdiri malu-malu di ujung gerbang itu. Kau rapikan rambutmu, kau baguskan dandananmu. Satu detik kemudian, engkau melangkah memasuki gerbang dan melenggang.
Seperti dugamu, semua yang melihatmu akan menjadi batu. Terpesona oleh dirimu, atau oleh nama-nama yang diteriakkan pengagummu. Dalam hatimu berkata, akulah sang Aku.
Tapi aku berkata, engkau bukanlah dirimu yang sebenarnya. Engkau adalah sesuatu yang dirimu inginkan, yang orang lain idolakan. Namun anjing tetaplah anjing, dan katak tak bisa berubah menjadi mentari.
Namun anjingkah dirimu? Tidak sayangku, hanya kebetulan yang tersebut pertama adalah anjing.
Cobalah engkau gantikan kata anjing dengan mutiara, maka akan berubah menjadi ”Namun mutiara tetaplah mutiara, dan katak tak bisa berubah menjadi mentari”. Janganlah engkau terkurung pada kata-kata.
Hanya karena orang berkata kau mutiara, bukan berarti engkau mutiara. Begitu pula ketika orang berkata bahwa engkau adalah anjing, maka bukan berarti engkau anjing.
Jadilah engkau dirimu sendiri, bukan diri seperti yang orang lain inginkan. Karena nafasmu adalah milikmu, dan hidupmu hanya untukmu.
Bangunlah..